TAPANULI SELATAN-Kabar baik untuk seluruh warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Sebab, pembersihan lahan untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Minggu (06/09/2026).
Beberapa waktu lalu, bencana berupa tanah retak dan amblas menimpa seluruh perkampungan Desa Tandihat, dan meninggalkan duka mendalam untuk seluruh korban bencana. Rumah warga rusak total, sekolah, kantor desa, dan fasilitas kesehatan seluruhnya hancur dampak bencana tersebut.
Pasca bencana, seluruh warga Desa Tandihat ditempatkan di Hunian Sementara (Huntara) berlokasi di Kelurahan Simarpinggan untuk sementara waktu hingga pembangunan Hunian Tetap (Huntap) selesai dibangun oleh pemerintah.
Seiring waktu berjalan, proses pembangunan Hunian Tetap (Huntap) untuk 168 KK korban bencana tanah retak di Desa Tandihat, kini memasuki tahapan baru berupa land clearing (pembersihan lahan).
Tokoh masyarakat Desa Tandihat sekaligus mantan Kades 2 priode Ranto Panjang Sipahutar mengatakan, pembersihan lahan untuk lokasi pembangunan hunian tetap sudah dimulai dan luasnya sekitar 5 hektare.
“Alhamdulillah, saat ini, sudah masuk proses pembersihan lahan dengan menggunakan ekskavator, disini nanti akan dibangun huntap untuk kami korban bencana, dan tanahnya dari PTPN III Perkebunan Batang Toru,” ujarnya, Minggu (06/09/2026) sore kepada wartawan.
Sementara itu, Pj Kades Tandihat, Sabban Yuharja Siregar saat dikonfirmasi media ini, membenarkan proses awal berupa penumbangan lahan untuk lokasi pembangunan huntap sudah dimulai.
“Proses penumbangan dan pembersihan ini adalah tahap awal berupa sinyal yang baik dan kabar baik. Jika tidak ada kendala, pembangunan huntap nantinya akan dimulai pada akhir-akhir tahun 2026 ini,” ujarnya.















