Heboh! Ribuan Ikan Mati Mendadak di Padangsidimpuan

  • Bagikan

PADANGSIDIMPUAN-Warga di Kota Padangsidimpuan, Sumut, Tiba-tiba dihebohkan dengan ribuan ikan mati mendadak.

Ikan-ikan yang mati mendadak itu ditemukan di sejumlah lubuk larangan di Kota Padangsidimpuan. Lokasi yang terdampak tersebut aliran sungai Batang Ayumi yang meliputi Lubuk Larangan Batunadua Jae, Tanggal, Sitamiang, Siborang, hingga Nusa Indah.

Pencemaran ini diduga kuat disebabkan aliran limbah bervirus yang berasal dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Batu Bola, Desa Simatohir, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu.

Keresahan mendalam melanda warga dan pengelola lokasi. Kawasan yang seharusnya menjadi sumber harapan pendapatan untuk mendukung pembangunan lingkungan, kini berubah menjadi kekecewaan besar karena potensi manfaatnya sirna seketika tanpa hasil panen apa pun.

Ketua Umum Pengelola Lubuk Larangan Batunadua Jae, Ali Mukdan Siregar, didampingi jajaran pengurus, tokoh agama Muhtadi, tokoh adat Salamuddin Nasution, serta Ketua Naposo Nauli Bulung (NNB) setempat Yuda.

Ketua Umum Himpunan Penjala Ikan Sungai Indonesia (HIPSI), Darman Lubis mengatakan, kerusakan tidak hanya terjadi di satu titik. Pencemaran menyebar dari hilir Bendungan dekat TPA Batu Bola hingga ke Lubuk Larangan Nusa Indah dan sejumlah anak sungai.

“Ikan yang mati tidak hanya di satu tempat. Aliran sungai dari hilir hingga ke Lubuk Larangan Nusa Indah terindikasi tercemar limbah yang diduga berasal dari TPA Batu Bola. Kami dan seluruh warga sungai merasa sangat dirugikan,” tegas Darman, Senin (24/8/2026).

Ia menegaskan peran penting HIPSI sebagai wadah resmi para penjala ikan air tawar yang berfungsi menjaga tradisi kearifan lokal pengelolaan sungai seperti sistem Lubuk Larangan, kemudian memantau ekosistem dan melaporkan dugaan pencemaran serta membantu warga dalam kondisi darurat di perairan.

  • Bagikan