Ternyata Gegara Harga Tato, Enam Anggota OrmasHabisi Nyawa Pria di Siantar

  • Bagikan
harga tato berujung maut di Siantar

PEMATANGSIANTAR (LENSAKINI) – Persoalan harga tato senilai Rp600 ribu berujung tragedi di Kota Pematangsiantar. Enam anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) IPK diduga mengeroyok seorang pria bernama Jaka Malau (24) hingga meninggal dunia di kawasan Taman Bunga Pematangsiantar.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu malam, 28 Mei 2026. Polisi telah menahan seluruh pelaku yang masing-masing berinisial Franky Silaen (30), Rohit Panjaitan (24), RWMS (28), PGS (44), RS (52), dan SS (43).

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar menjelaskan, perkara bermula saat seorang anggota IPK berinisial HH membuat tato kepada saksi berinisial MS di kawasan Taman Bunga.

Setelah tato selesai dibuat, HH disebut terkejut karena biaya yang harus dibayarkan mencapai Rp600 ribu. Meski demikian, HH tetap melunasi pembayaran tersebut.

“Dari keterangan saksi MS selaku pembuat tato, harganya Rp 600 ribu,” kata Sandi saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).

Usai membuat tato, HH menceritakan persoalan harga tersebut kepada pelaku RWMS. Cerita itu kemudian memicu emosi RWMS yang selanjutnya mendatangi MS di lokasi pembuatan tato.

RWMS bersama lima rekannya disebut membawa MS ke kawasan Taman Hewan Pematangsiantar untuk meminta pengembalian sebagian uang yang telah dibayarkan HH. Namun, MS mengaku belum dapat mengembalikan uang tersebut dan meminta waktu untuk mengumpulkannya.

“Pihak RWMS tidak terima (soal harga tato) dan langsung mengajak lima pelaku lainnya untuk mendatangi saksi MS di Taman Bunga dan membawanya ke Taman Hewan untuk meminta saksi MS mengembalikan uang tato yang dibayarkan oleh saksi HH yang membuat tato,” jelasnya.

  • Bagikan