Ketegangan antara RWMS dan MS sempat terjadi di lokasi tersebut. Setelah itu, para pelaku membawa MS kembali ke stand tato di Taman Bunga menggunakan mobil.
Setibanya di lokasi, RWMS turun dari mobil. Saat itu, ia melihat korban Jaka Malau sedang berada di dekat stand tato milik MS. Dalam kondisi emosi, RWMS diduga mengira korban merupakan rekan MS.
Cekcok antara pelaku dan korban pun pecah. Situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan setelah sejumlah pelaku lainnya ikut turun dari mobil dan diduga melakukan pengeroyokan terhadap Jaka.
“Iya (salah sasaran), karena (korban) duduk dekat stand tato (MS),” sebut Sandi.
Polisi menyatakan enam orang pelaku telah menyerahkan diri secara bertahap. RWMS menyerahkan diri ke Polres Pematangsiantar pada Sabtu (20/6), kemudian PGS, RS, dan SS menyerahkan diri pada Senin (22/6). Dua pelaku lainnya telah lebih dahulu diamankan petugas.
“Hingga hari ini, telah dilakukan penahanan terhadap seluruh pelaku sebanyak 6 orang. 6 orang ini, pelaku penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan meninggalnya orang,” kata Sandi.
Kini, seluruh tersangka menjalani proses hukum di Polres Pematangsiantar. Polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku dalam kasus pengeroyokan yang berawal dari persoalan harga tato tersebut.














