GAYO LUES (LENSAKINI) – Bukan operasi tangkap tangan, bukan pula perkara korupsi yang lebih dahulu mengguncang jabatan seorang pejabat di Kabupaten Gayo Lues. Sorotan publik justru bermula dari sebuah unggahan media sosial milik putrinya yang menampilkan 15 jeriken bahan bakar di samping mobil berwarna hitam.
Unggahan tersebut menjadi viral setelah Dea Arranoya menuliskan keterangan, “Papaku beli minyak 15 jirigen. Ntah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya.”
Kalimat singkat itu segera memantik reaksi warganet. Foto tersebut dianggap memperlihatkan gaya hidup berlebihan di tengah masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
Dea diketahui merupakan putri dr H Nevirizal M.Kes MH, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues sekaligus mantan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah. Setelah unggahan itu menyebar luas, nama Nevirizal turut menjadi perhatian publik.
Sorotan tidak berhenti pada foto jeriken. Sejumlah unggahan lain milik Dea kemudian ikut beredar, mulai dari dokumentasi perjalanan ke Korea Selatan, Bangkok, dan Eropa hingga percakapan keluarga mengenai biaya pendidikan, rencana pembelian kendaraan, serta Vespa.
Jejak digital tersebut membuat warganet ramai-ramai memberikan penilaian. Ada yang mempertanyakan sumber kekayaan keluarga, menyoroti gaya hidup, hingga mengaitkan unggahan tersebut dengan posisi Nevirizal sebagai pejabat pemerintahan.
Di tengah gelombang kritik, Dea menyampaikan permohonan maaf melalui surat terbuka pada 22 Juli 2026. Ia mengakui bahwa unggahan tersebut merupakan bentuk kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksana dalam menggunakan media sosial.
Sehari setelah permohonan maaf itu disampaikan, tepatnya pada 23 Juli 2026, Nevirizal memilih mengundurkan diri dari jabatannya.














