Pengunduran diri Nevirizal juga tidak serta-merta menghentikan penanganan persoalan tersebut. Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menegaskan bahwa proses investigasi terhadap dugaan pelanggaran etik tetap dilanjutkan meskipun yang bersangkutan telah memilih mundur.
Investigasi diperlukan untuk memastikan apakah polemik tersebut hanya berkaitan dengan persoalan etika bermedia sosial atau memiliki kaitan dengan aspek lain dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Peristiwa 15 jeriken ini menjadi pelajaran mahal mengenai dampak jejak digital. Yang menjadi persoalan bukan sekadar isi jeriken atau kendaraan yang hendak diisi, melainkan persepsi publik terhadap kepatutan hidup keluarga pejabat.
Di era media sosial, reputasi yang dibangun selama bertahun-tahun dapat terguncang hanya melalui satu unggahan. Sebuah foto yang dianggap biasa dalam ruang keluarga dapat berubah menjadi krisis ketika masuk ke ruang publik tanpa konteks yang utuh.
Kalimat penutup yang beredar bersama polemik tersebut seolah merangkum reaksi sebagian masyarakat: “Horang kaya mah, bebas. Tapi, ini kebablasan, Bang.”














