Ditulis oleh Edhy Aruman edisi JAM 6 TENG
LENSAKINI – Bekerja keras sering dianggap sebagai jalan paling pasti menuju kesuksesan.
Namun perjalanan Jun Lei, pendiri Xiaomi, menunjukkan bahwa kerja keras saja tidak selalu cukup.
Ada saat ketika seseorang perlu berhenti sejenak dan bertanya apakah selama ini kita sedang berjalan menuju tujuan yang benar?
Jun Lei pernah merasakan kegagalan, bekerja hingga belasan jam sehari, membawa Kingsoft melantai di bursa, bahkan menikmati kehidupan sebagai investor.
Dari luar, hidupnya tampak sudah lengkap. Tetapi ia menyadari satu hal berhasil belum tentu berarti telah mencapai apa yang benar-benar diinginkan.
Pada usia hampir 40 tahun, ketika banyak orang memilih menikmati kenyamanan, Jun Lei justru kembali memulai dari nol.















