Menurutnya, pengiriman 135 artikel ilmiah tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur kampus. Ia berharap semangat ini tidak berhenti pada agenda Rekor MURI, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan akademik yang terus tumbuh.
“Kami ingin UM Tapsel tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga memberi kontribusi nyata dalam gerakan akademik menuju Rekor MURI ini,” katanya.
Kegiatan tersebut juga menjadi wadah penguatan kajian ilmiah lintas disiplin sekaligus sarana memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi.
Melalui pencatatan rekor MURI, gerakan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pengetahuan yang produktif dan berdampak bagi masyarakat.
Darliana menambahkan, UM Tapsel akan terus mendorong dosen dan mahasiswa agar semakin aktif menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus mendorong dosen dan mahasiswa agar semakin produktif menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, agenda 10 Pohon Ilmu ini melibatkan ratusan perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah naungan LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara.
Gerakan ini ditargetkan melibatkan 25.000 hingga 30.000 sivitas akademika dari lebih dari 146 perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara.














