Kasus Suap Proyek PLTA China, Mantan Presiden Ekuador Divonis 5 Tahun Penjara

  • Bagikan
Mantan Presiden Ekuador Divonis 5 Tahun

Moreno juga mengaitkan proses hukum yang menjerat dirinya dengan pemerintahan mantan Presiden Rafael Correa. Hubungan keduanya diketahui memburuk setelah Moreno menggantikan Correa sebagai presiden dan kemudian mengambil arah politik yang berbeda.

Dia mengaitkan kasus ini dengan “rezim Correa”, dengan menyebut bahwa mantan pendukung yang kini menjadi rivalnya itu telah “berjanji untuk membalas dendam kepada saya”.

Correa sendiri sebelumnya juga telah divonis bersalah dalam perkara korupsi. Namun, mantan Presiden Ekuador tersebut saat ini tinggal di Belgia.

Dalam perkara yang menjerat Moreno, jaksa menuding Sinohydro membayar suap dengan total sekitar US$76 juta. Nilai tersebut disebut setara dengan sekitar empat persen dari keseluruhan biaya proyek PLTA Coca Codo Sinclair.

Selain Moreno, sejumlah pihak lain turut dinyatakan bersalah. Di antaranya terdapat dua mantan manajer operator PLTA tersebut.

Istri Moreno dan sejumlah kerabatnya juga telah dijatuhi hukuman hampir tiga tahun penjara karena keterlibatan dalam perkara yang sama.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan proyek strategis yang dibangun untuk menopang kebutuhan energi Ekuador sekaligus menyeret sejumlah tokoh penting negara tersebut.

Moreno diketahui mengalami paraplegia atau kelumpuhan tubuh bagian bawah. Sebelum tersandung perkara ini, ia juga pernah dipercaya menjadi utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk isu disabilitas.

  • Bagikan