Demi Masuk Kedokteran, Orang Tua Calon Maba Diminta Rektor Akhmad Sodiq hingga Miliaran

  • Bagikan
kasus KPK Rektor Unsoed Akhmad Sodiq

JAKARTA (LENSAKINI) – Impian menjadi dokter bagi calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Kasus ini menyeret Rektor Unsoed Akhmad Sodiq bersama lima orang lainnya sebagai tersangka. KPK menduga terdapat praktik permintaan uang kepada orang tua calon mahasiswa yang ingin masuk Fakultas Kedokteran.

Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan pihaknya masih mendalami jumlah mahasiswa baru yang diduga diterima melalui praktik tersebut.

“Penyidik tentu akan mendalaminya (jumlah mahasiswa baru),” kata Budi kepada wartawan, Minggu (22/8/2026).

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyebut dugaan pemerasan terjadi karena adanya relasi kuasa dan kewenangan dalam sistem penerimaan calon mahasiswa baru.

“Untuk unsur pemerasan tadi memang peristiwanya memang agak samar-samar dengan peristiwa suap begitu. Tapi karena ada relasi kuasa dan otoritas yang menjadi titik beratnya adalah sistem penerimaan ini kan ada yang punya kewenangan begitu, ada yang mengotorisasi,” kata Taufik.

Dalam perkara ini, KPK mengungkap tiga klaster dugaan penerimaan uang. Salah satunya terkait permintaan Rp650 juta kepada orang tua calon mahasiswa Fakultas Kedokteran 2026.

  • Bagikan