Hasil pemeriksaan awal menunjukkan vape narkoba tersebut berasal dari Malaysia dan masuk melalui Tanjung Balai. MG mendapatkan barang itu dari rekannya semasa kuliah di Medan.
“Hasil pemeriksaan awal, vape ini didapat dari teman lama pelaku saat masih sama-sama kuliah di Kota Medan, di situlah circle terbentuk. Dalam kasus ini, kami tengah memburu teman pelaku yang memberikan narkoba, dan sang pengendali, untuk mengungkap seluruh jaringan pelaku,” jelas Rafli.
Polisi menyebut para pelaku menggunakan modus menyamarkan barang tersebut agar terlihat seperti vape biasa tanpa merek, hanya dilengkapi label hologram bertuliskan QC.
“Kami tidak akan memberikan ruang sekecil apapun karena pasti akan kami ungkap bagaimana pun cara mereka berkamuflase,” pungkasnya.














