Ratusan Ojol Kepung DPRD Sumut, Tuntut Potongan Aplikasi 8 Persen Segera Diterapkan

  • Bagikan
Aksi ojol Medan tuntut potongan aplikasi 8 persen

Menurut massa aksi, implementasi aturan tersebut masih belum mampu menjawab persoalan utama yang selama ini dihadapi pengemudi ojol. Mereka menilai masih terdapat perbedaan antara kebijakan yang telah disampaikan pemerintah dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

“Perpres ini masih jauh dari solusi untuk mengobati luka bertahun-tahun ojol Indonesia. Yang disampaikan kemarin, kawan-kawan sama-sama mendengar, per 1 Juli juga akan diterapkan potongan aplikasi 8 persen. Peraturan yang harusnya, awalnya disambut dengan euforia luar biasa jutaan pengemudi ojol Indonesia, nyatanya sekarang sudah berjalan 1 minggu di bulan Juli. Dampak dari penerapan belum ada,” katanya.

Dalam orasinya, pengemudi ojol juga menyoroti cakupan aturan yang dinilai belum menyentuh seluruh layanan dalam ekosistem transportasi daring. Mereka mempertanyakan kebijakan yang disebut hanya berlaku pada layanan tertentu, sementara layanan pengantaran makanan dan barang belum mendapatkan pengaturan serupa.

“Perpres menjadi ambigu ketika layanan yang dituju hanya layanan satu aplikasi atau dua aplikasi. Perpres hanya menyasar layanan bawa penumpang, sementara aplikasi yang kita ketahui bersama banyak layanan yang hari ini terus menerapkan argo-argo murah, potongan-potongan besar. Ini menjadi pertanyaan besar kepada kita, warga ojol Kota Medan. Layanan food, layanan antar barang, tidak tersentuh atau tersampaikan Bapak-bapak pemimpin kita,” ungkapnya.

Massa juga menegaskan bahwa keberadaan pengemudi ojol tidak hanya berasal dari dua platform besar, tetapi juga berbagai aplikasi lain yang turut menjadi bagian dari sektor transportasi digital.

“Apa ini sebenarnya yang terjadi? Apakah para pembantu-pembantu presiden tidak mengetahui akar masalah yang sebenarnya? Ojol bukan hanya Gojek dan Grab. Ojol itu di Indonesia banyak, ini juga ojol, bukan tukang sapu,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, aksi penyampaian aspirasi masih berlangsung. Para pengemudi ojol secara bergantian menyampaikan tuntutan dan berharap pemerintah serta pemangku kebijakan dapat memberikan solusi yang lebih menyeluruh terhadap persoalan pendapatan mereka.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi yang sudah kami simpan bertahun-tahun dan berulang-ulang,” ungkap salah seorang orator.

Aksi tersebut menjadi bentuk desakan para pengemudi ojol agar kebijakan terkait potongan aplikasi tidak hanya berhenti pada aturan, tetapi benar-benar memberikan perubahan terhadap kondisi ekonomi para pekerja transportasi berbasis digital.

  • Bagikan