PADANGSIDIMPUAN-Tiba-tiba Rusydi Nasution pimpinan DPRD Padangsidimpuan mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”. Namun ucap itu terhenti sebentar sembari mengusap wajahnya.
Spontan, sejumlah wartawan yang kala itu bersamanya langsung bertanya, siapa yang meninggal. Lalu, Ketua DPC Partai Gerindra itu menyebut satu nama Sibatangkayu.
Selanjutnya, Rusydi bercerita tentang sosok almarhum (Sibatangkayu) semasa hidup.
Beliau sosok yang penuh kecintaan akan kemajuan kampaung halaman, bekerja bersama dia di organisasi Ikapada selama 2 periode.
“Menguatkan saya untuk bisa berbuat membangun semangat kekeluargaan di Ikatan Kelaurga Almuni Pelajar padangsisimpuan, ” ujarnya.
Dia begitu tenang dan logis dalam memberikan masukan, pendapat bila dimintai saran. Karya seninya menjiwai kita dalam merancang kegiatan yang bernuansa kedaerahan.
Kecintaan itu diimplemmetasikan dengan karya seninya yang bernuansa kearifan lokal.
Wartawan senior asal Padangsidimpuan, Diapari Sibatangkayu Harahap, meninggal dunia di Rumah Sakit Polri, Jakarta, dalam usia 63 tahun, Sabtu (4/7/2026) pukul 10.40 WIB.
Kepergian almarhum juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat dan insan pers di seluruh tanah Air termasuk di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Diapari Sibatangkayu lahir di Padangsidimpuan, 8 Mei 1963 dan selama berkiprah di dunia jurnalistik, ia dikenal aktif mengawal organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan konsisten menegakkan kode etik jurnalistik, baik di tingkat daerah maupun nasional.














