Kritik Konstruktif
Pada akhirnya, bank syariah tidak perlu berubah menjadi dompet digital. Bank syariah juga tidak harus meniru seluruh fitur dan promosi yang ditawarkan perusahaan teknologi finansial yang perlu dilakukan adalah memperkuat identitas dan keunggulannya sendiri.
Dompet digital unggul dalam kemudahan transaksi sementara bank syariah unggul dalam pengelolaan dana, pembiayaan, investasi, keamanan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis prinsip syariah.
Keduanya bahkan dapat saling melengkapi melalui kolaborasi yang tepat.
Dominannya penggunaan dompet digital di kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa tantangan utama bank syariah bukan lagi sekedar persoalan teknologi.
Tantangan terbesarnya adalah membuat generasi muda merasa bahwa layanan bank syariah benar-benar dibutuhkan.
Masa depan bank syariah tidak ditentukan oleh kemampuannya meniru dompet digital. Masa depannya ditentukan oleh kemampuan memadukan teknologi, pengalaman pengguna, dan nilai-nilai syariah dalam layanan yang mudah, relevan, dan bermanfaat.
Ketika bank syariah mampu hadir dalam aktivitas sehari-hari generasi muda, bukan hanya sebagai tempat menerima kiriman atau beasiswa, tetapi juga sebagai mitra menabung, berinvestasi, berusaha, dan merencanakan masa depan, maka posisinya dalam ekosistem keuangan digital tidak akan mudah tergantikan.














