Strategi Transformasi Ekonomi Padangsidimpuan di Tengah Hegemoni Historis Tapanuli Selatan

  • Bagikan
Strategi Transformasi Ekonomi Padangsidimpuan di Tengah Hegemoni Historis Tapanuli Selatan

Ditulis Oleh Rusydi Nasution, S.T.P., M.M. (IPB)
Wakil Ketua DPRD | Ketua Partai Gerindra

LENSAKINI – Kota Padangsidimpuan memasuki tahun 2025 dengan capaian ekonomi yang cukup meyakinkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Padangsidimpuan tercatat sebesar 4,82 persen secara tahunan.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp8,57 triliun, sementara PDRB atas dasar harga konstan naik dari Rp5,03 triliun menjadi Rp5,27 triliun.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa mesin ekonomi kota masih bergerak. Padangsidimpuan tetap menjadi salah satu simpul penting aktivitas jasa, perdagangan, pendidikan, dan konsumsi rumah tangga di kawasan Tapanuli Bagian Selatan atau Tabagsel.

Namun, di balik capaian makro yang terlihat positif, terdapat persoalan struktural yang tidak bisa lagi ditunda yaitu bagaimana menjadikan pertumbuhan ekonomi lebih produktif dan mampu menyerap tenaga kerja muda terdidik.

Secara sosial-ekonomi, Padangsidimpuan juga mencatat kemajuan yang patut diapresiasi seperti angka kemiskinan berada di level 6,23 persen atau sekitar 14,88 ribu jiwa.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik konsisten dari 78,10 pada 2023 menjadi 78,61 pada 2024, lalu mencapai 78,85 pada 2025.

Dengan capaian tersebut, Padangsidimpuan berada dalam kategori IPM tinggi dan posisinya sebagai salah satu pusat kualitas sumber daya manusia di wilayah Tabagsel.

Capaian IPM itu ditopang oleh sejumlah indikator penting mulai dari umur Harapan Hidup mencapai 73,97 tahun dan harapan Lama Sekolah berada pada angka 14,72 tahun.

Rata-rata Lama Sekolah mencapai 11,22 tahun, atau setara dengan kelas 11 hingga 12 SMA yang artinya, dari sisi modal manusia, Padangsidimpuan memiliki bekal yang relatif kuat untuk membangun ekonomi berbasis pengetahuan.

Masalahnya, modal manusia yang tinggi belum sepenuhnya bertemu dengan struktur ekonomi yang mampu menyerapnya secara optimal.

Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT Padangsidimpuan masih berada di angka 7,17 persen dan yang lebih mengkhawatirkan, pengangguran justru banyak berasal dari kelompok pendidikan menengah atas, terutama lulusan SMA dan SMK, dengan porsi 35,92 persen.

  • Bagikan