LENSAKINI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) harus dibaca sebagai agenda besar untuk memperkuat ekonomi rakyat.
Dua program ini tidak boleh bergeser menjadi ruang keuntungan baru bagi korporasi besar. MBG hadir untuk memperbaiki gizi masyarakat dan menekan stunting.
Namun, di balik program makanan bergizi itu ada rantai ekonomi yang besar yaitu ada kebutuhan beras, telur, ayam, ikan, sayur, buah, bumbu, dapur, tenaga kerja, hingga distribusi.
Rantai ekonomi inilah yang harus diarahkan kepada pelaku lokal.
Petani, peternak, nelayan, UMKM, dan koperasi desa harus menjadi bagian utama dari pasokan MBG.
Jika beras dibeli dari petani setempat, telur dari peternak lokal, sayur dari kelompok tani, dan produk olahan dari UMKM desa, maka belanja negara benar-benar hidup di tengah masyarakat.
Hal yang sama berlaku bagi KDMP tidak boleh hanya menjadi tempat menjual barang dari produsen besar. KDMP harus menjadi pusat ekonomi desa.














