APBD Kota Padangsidimpuan Belum Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Saatnya Transformasi Fiskal

  • Bagikan
APBD Kota Padangsidimpuan

Prioritas pertama adalah pembangunan infrastruktur ekonomi yang mendukung aktivitas masyarakat, seperti peningkatan jalan penghubung sentra produksi, revitalisasi pasar rakyat, penataan kawasan perdagangan, serta pembangunan sistem drainase di kawasan usaha. Infrastruktur yang baik akan menurunkan biaya ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah.

Prioritas kedua adalah penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian lokal. Pemerintah dapat mengembangkan sentra kuliner, sentra kerajinan, kawasan usaha terpadu, serta program inkubasi bisnis yang mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal untuk naik kelas.

Prioritas ketiga adalah transformasi ekonomi digital. Digitalisasi UMKM, penggunaan sistem pembayaran elektronik, pengembangan pemasaran digital produk lokal, serta peningkatan literasi teknologi masyarakat harus menjadi agenda utama agar pelaku usaha daerah mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat.

Transformasi fiskal bukan sekadar perubahan angka dalam dokumen APBD. Transformasi fiskal adalah perubahan cara pandang dalam mengelola keuangan daerah, dari pendekatan administratif menuju pendekatan pembangunan.

APBD harus menjadi alat yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kota Padangsidimpuan memiliki potensi ekonomi, sumber daya manusia, dan posisi strategis yang cukup kuat untuk berkembang lebih cepat yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian politik, komitmen birokrasi, dan kesadaran kolektif seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan APBD sebagai mesin pembangunan, bukan sekadar alat pembiayaan pemerintahan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah daerah tidak diukur dari seberapa besar anggarannya, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dari setiap rupiah yang dibelanjakan.

  • Bagikan