Tujuan Utama Desentralisasi
Padahal, tujuan utama desentralisasi bukan sekedar memindahkan kewenangan dari pusat ke daerah.
Desentralisasi seharusnya melahirkan pemerintah daerah yang mampu mengelola potensi ekonominya sendiri, menciptakan sumber pendapatan baru, dan membangun kemandirian keuangan.
Selama ini, persoalan daerah sering dilihat dari sudut pandang jumlah anggaran yang diterima.
Padahal, tantangan yang lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut digunakan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Besarnya APBD tidak selalu mencerminkan keberhasilan pembangunan. Dua daerah dengan anggaran yang hampir sama dapat menghasilkan kualitas pelayanan publik yang berbeda apabila tata kelola dan kualitas belanjanya berbeda.
Di sisi lain, ruang fiskal daerah semakin terbatas karena sebagian besar APBD telah terikat oleh kebutuhan wajib, seperti belanja pendidikan, kesehatan, pelayanan dasar, dan belanja pegawai.
Karena itu, tantangan pemerintahan Presiden Prabowo bukan hanya menjaga disiplin anggaran nasional, tetapi juga mendorong perubahan hubungan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah.
Efisiensi anggaran memang dapat memperbaiki kualitas belanja dan mengurangi pengeluaran yang kurang produktif. Namun, efisiensi tidak akan cukup apabila daerah tetap berada dalam pola ketergantungan terhadap pemerintah pusat.
Ke depan, ukuran keberhasilan pemerintah daerah perlu bergeser yakni kepala daerah tidak cukup hanya dinilai dari besarnya APBD atau tingginya serapan anggaran, tetapi dari kemampuannya menciptakan pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan memperkuat PAD.














