Dari keterangan petugas, korban mengaku tindakan tersebut dilakukan hanya karena iseng. Namun situasi berubah menjadi panik ketika cincin logam yang digunakan justru tidak bisa dilepaskan.
“Alasan memakai cincin itu iseng saja. Ya kita bantu temen-teman dari dokter di RS Madani,” imbuh Ibas.

Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan Damkar dan tenaga medis. Hal ini mengingat kasus tersebut tergolong tidak biasa dan baru pertama kali ditangani oleh tim Rescue Damkar Pekanbaru.

“Penanganan memang harus ekstra hati-hati. Kita tahu ini rawan, jadi petugas pun sangat hati-hati dalam pemotongan,” kata Ibas.
Beruntung, proses penanganan berjalan lancar dan korban berhasil ditangani tanpa mengalami cedera serius. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati dalam bertindak, terutama yang berpotensi membahayakan diri sendiri.



















