Google Minta Izin Lepas 32 Juta Nyamuk untuk Lawan Virus Berbahaya

  • Bagikan
Google lepas 32 juta nyamuk

JAKARTA (LENAKINI) – Google mengajukan izin kepada pemerintah federal Amerika Serikat untuk melepas 32 juta nyamuk di California dan Florida. Langkah ini dilakukan untuk menekan populasi nyamuk pembawa virus berbahaya.

Proyek bernama Debug itu digarap Verily dan menargetkan nyamuk Aedes aegypti, spesies yang dikenal dapat menyebarkan Zika, demam berdarah dengue, demam kuning, hingga chikungunya.

Dalam skemanya, Verily akan melepas nyamuk jantan yang tidak menggigit manusia. Nyamuk tersebut telah diinfeksi bakteri Wolbachia sehingga telur hasil perkawinan dengan nyamuk betina liar gagal menetas. Dengan cara ini, populasi nyamuk ditekan secara bertahap dari dalam.

“Dampak ekologis utamanya adalah mengembalikan ekosistem ke kondisi sebelum nyamuk tersebut masuk. Tim Debug berkomitmen bekerja sama dengan komunitas dan regulator untuk memastikan keamanan serta penerimaan uji lapangan dan pelepasan nyamuk,” tulis Verily dalam situs proyeknya, dikutip dari The Independent, Selasa (2/6/2026).

Meski diklaim sebagai upaya menekan penyakit, rencana ini memicu perdebatan. Sejumlah pihak mempertanyakan keterlibatan Google dan potensi dampaknya terhadap keseimbangan alam.

Anggota DPR AS dari Partai Republik, Tim Burchett, ikut mengkritik rencana tersebut.

“Kenapa Google punya 32 juta nyamuk? Apa kita belum belajar dari Kudzu, burung pipit, black birds, dan Asian carp? Perlu saya lanjutkan?” kata Burchett.

  • Bagikan