Verily belum memberikan tanggapan atas kritik tersebut. Perusahaan juga menyatakan belum ada jadwal pasti kapan pelepasan nyamuk akan dilakukan.
“Kami pertama-tama berupaya menurunkan populasi nyamuk ke bawah tingkat yang dibutuhkan untuk menularkan penyakit,” kata tim proyek.
CDC menyebut metode ini bukan solusi permanen. Jika pelepasan dihentikan, populasi nyamuk dapat kembali meningkat. Di sisi lain, perubahan iklim membuat nyamuk lebih mudah menyebar ke wilayah baru.
“Kami menemukan bahwa nyamuk berpotensi berevolusi seiring laju pemanasan iklim, yang menunjukkan kita mungkin meremehkan risiko penyakit di masa depan,” ujar Lisa Couper.
Rencana pelepasan 32 juta nyamuk ini pun menjadi sorotan. Di satu sisi, proyek tersebut dipandang sebagai inovasi untuk menekan penyakit. Namun di sisi lain, publik masih menunggu kepastian soal keamanan dan dampak ekologisnya.














