JAKARTA (LENSAKINI) – Pemerintah mulai membuka opsi evaluasi terhadap jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Langkah ini dilakukan agar program prioritas tersebut lebih tepat sasaran, terutama bagi kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi dari negara.
Salah satu kelompok yang masuk dalam radar evaluasi adalah siswa Sekolah Menengah Atas atau SMA dari kalangan kelas atas. Pemerintah menilai, tidak semua siswa berada pada kondisi ekonomi yang sama sehingga penerima manfaat MBG perlu dipetakan ulang.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa evaluasi tersebut menjadi bagian dari proses refocusing program.
Menurutnya, pemerintah sedang melakukan pembahasan bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Kesehatan.
“Contohnya, siswa SMA mungkin tidak perlu lagi menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Apalagi SMA-SMA yang high class, yang uang saku siswanya sudah Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per hari. Mereka mungkin tidak perlu lagi menerima program ini,” kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, di DPR RI, Senin (15/6) kemarin.














