Koperasi perlu mengumpulkan hasil produksi warga, membantu pemasaran, membuka akses distribusi, dan memperkuat posisi tawar masyarakat lokal.
Korporasi besar boleh saja dilibatkan jika ada kebutuhan yang belum mampu dipenuhi pelaku lokal. Namun, perannya harus sebagai pendukung, bukan penguasa rantai pasok.
MBG dan KDMP tidak cukup hanya dinilai dari jumlah dapur yang beroperasi atau koperasi yang berdiri.
Ukuran keberhasilannya harus lebih jelas yakni berapa banyak petani yang terbantu, berapa banyak UMKM yang naik kelas, berapa banyak koperasi yang aktif, dan berapa besar uang program yang benar-benar berputar di desa.
Jika dua program ini dikelola dengan keberpihakan yang kuat, MBG dan KDMP dapat menjadi mesin pemerataan ekonomi.
Tetapi jika rantai pasoknya dikuasai pemain besar, desa hanya akan menjadi lokasi program, bukan pusat pertumbuhan.














