RI Masuk 2 Besar Dunia Soal Ketahanan Energi

  • Bagikan
RI ketahanan energi peringkat 2 dunia

Dalam pemetaan tersebut, Indonesia muncul sebagai salah satu negara dengan tingkat perlindungan energi tertinggi. Posisi ini menempatkan Indonesia di atas banyak negara maju yang justru lebih rentan terhadap gejolak energi global.

“Negara seperti China, India, Indonesia, Afrika Selatan, Vietnam, dan Filipina mendapat manfaat dari produksi batu bara domestik yang signifikan selama terjadi guncangan energi,” bunyi laporan itu lebih lanjut.

Sementara itu, sejumlah negara maju seperti Italia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, hingga Belanda tercatat sebagai yang paling terdampak akibat tingginya ketergantungan terhadap impor minyak dan gas.

Laporan tersebut juga menyoroti faktor geopolitik dan jalur distribusi energi global, termasuk Selat Hormuz, yang menjadi titik kritis pasokan energi dunia. Negara yang bergantung pada jalur tersebut dinilai lebih rentan terhadap risiko gangguan.

“Pasar minyak bersifat global, sehingga konsumsi secara keseluruhan sama pentingnya dengan impor,” bunyi laporan itu.

Selain faktor produksi domestik, JP Morgan juga menekankan pentingnya transisi energi dalam jangka panjang. Penggunaan kendaraan listrik serta pengembangan energi terbarukan dinilai menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak dan gas.

“Cara paling mudah menurunkan ketergantungan minyak adalah melalui adopsi kendaraan listrik, sementara untuk gas melalui energi surya yang dipadukan dengan baterai,” tulis laporan tersebut.

Dengan capaian ini, Indonesia dipandang memiliki posisi strategis dalam menghadapi ketidakpastian energi global, sekaligus peluang besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional di masa mendatang.

  • Bagikan