Strategi Transformasi Ekonomi Padangsidimpuan di Tengah Hegemoni Historis Tapanuli Selatan

  • Bagikan
Strategi Transformasi Ekonomi Padangsidimpuan di Tengah Hegemoni Historis Tapanuli Selatan

Transformasi Sektor Pendidikan: Kota Pelajar Harus Menjadi “Engine of Growth”

Sektor pendidikan adalah titik masuk paling logis dengan data menunjukkan bahwa jasa pendidikan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 8,67 persen pada 2025.

Status Padangsidimpuan sebagai kota pelajar tidak boleh berhenti sebagai identitas kultural dan sudah seharusnya diubah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah kota dapat memulai dari kebijakan fiskal yang lebih progresif, melalui Instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD dapat diarahkan untuk mendorong terbentuknya zona edu-ekonomi di sekitar koridor perguruan tinggi, seperti UIN Syahada, UMTS, UGN, dan institusi pendidikan lainnya.

Kawasan pendidikan tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ekosistem ekonomi.

Melalui regulasi yang tepat, pemerintah daerah dapat memberikan insentif pajak daerah, misalnya keringanan Pajak Bumi dan Bangunan serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu, bagi pelaku usaha yang mendukung ekosistem pendidikan.

Pengembang hunian mahasiswa, penyedia kos modern, katering sehat, ruang belajar bersama, ruang komputasi publik, hingga co-working space dapat menjadi bagian dari rantai nilai baru ekonomi kota.

Kebijakan seperti ini akan menghasilkan dua manfaat sekaligus yakni pertama, biaya hidup mahasiswa luar daerah dapat ditekan sehingga daya tarik Padangsidimpuan sebagai kota pendidikan meningkat.

Kedua, aktivitas ekonomi riil di sekitar kampus akan tumbuh, mulai dari makanan, transportasi, jasa fotokopi, percetakan, internet, logistik, hingga ekonomi kreatif.

Selain itu, pemerintah kota dapat menyiapkan dana stimulus riset komersial daerah. Dana ini tidak harus besar pada tahap awal, tetapi harus diarahkan secara strategis.

Mahasiswa tingkat akhir, dosen, dan komunitas inovasi lokal dapat didorong menghasilkan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan kota, seperti aplikasi logistik lokal, digitalisasi UMKM, tata kelola transportasi, pengolahan sampah, pemetaan usaha mikro, hingga hilirisasi produk kriya lokal.

Dengan cara ini, kampus tidak hanya menjadi tempat mencetak ijazah, tetapi juga laboratorium ekonomi kota. Riset tidak berhenti di rak perpustakaan, melainkan masuk ke pasar, menjawab persoalan daerah, dan membuka lapangan kerja baru.

Solusi Pengangguran: Strategi Link and Match Jasa Modern

Masalah pengangguran juga harus ditangani dengan pendekatan link and match yang lebih tegas.

Lulusan SMA dan SMK yang mendominasi angka pengangguran tidak cukup hanya diberi pelatihan konvensional.

Pemerintah kota perlu memfasilitasi kemitraan wajib antara SMK, Balai Latihan Kerja, kampus, perbankan, perusahaan teknologi, perusahaan logistik, dan pelaku usaha nasional yang beroperasi di Sumatera Utara.

Orientasi pelatihan harus bergeser seperti pelatihan menjahit, montir, atau keterampilan lama tetap penting, tetapi tidak cukup untuk menjawab kebutuhan ekonomi jasa modern.

Padangsidimpuan membutuhkan tenaga kerja muda yang menguasai pemrograman dasar, administrasi digital, manajemen logistik e-commerce, desain komunikasi visual, pemasaran digital, pengelolaan media sosial, layanan pelanggan berbasis teknologi, jaringan komputer, dan keuangan digital.

Potensi pasar lokal sebenarnya tersedia terbukti dari rata-rata pengeluaran penduduk Padangsidimpuan mencapai Rp1.604.110 per kapita per bulan.

Dari jumlah tersebut, porsi pengeluaran non-makanan mencapai 47,62 persen atau sekitar Rp763.856.

Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya membelanjakan uang untuk kebutuhan dasar, tetapi juga untuk pendidikan, komunikasi, transportasi, hiburan, gaya hidup, dan layanan lainnya.

Dengan struktur konsumsi seperti itu, Padangsidimpuan memiliki peluang besar membangun ekonomi kreatif berbasis daya beli domestik. Sektor kuliner, misalnya, masih menyerap 52,38 persen pengeluaran masyarakat.

  • Bagikan