Warisan seorang pemimpin justru dapat hidup dalam diri orang-orang yang pernah dibantunya bertumbuh.
Satu kesempatan yang diberikan hari ini dapat menjadi keberanian seseorang esok hari. Keberanian itu kemudian dapat melahirkan kesempatan bagi orang lain pada masa mendatang.
Pada akhirnya, kepemimpinan bukan tentang membuat orang membutuhkan kita selamanya. Kepemimpinan adalah membuat seseorang menjadi lebih kuat karena pernah berjalan bersama kita.
Suatu hari jabatan akan berakhir. Kursi akan ditempati orang lain. Nama kita mungkin tidak lagi disebut dalam rapat.
Namun, cara kita memperlakukan seseorang dapat bertahan jauh lebih lama daripada jabatan itu sendiri.
Karena itu, pertanyaan terpenting bagi seorang pemimpin mungkin bukan, “Apakah mereka masih membutuhkan saya?”
Pertanyaan yang jauh lebih bermakna adalah:
“Ketika saya sudah tidak lagi berada di sana, siapa yang tetap bertumbuh karena pernah saya pimpin?”














