Sebagian manajer mengukur kekuasaan dari seberapa sering bawahan datang meminta keputusan. Sebaliknya, pemimpin yang mengembangkan manusia justru berusaha membuat orang-orangnya semakin mampu mengambil keputusan tanpa selalu bergantung kepadanya.
Ketergantungan mungkin membuat seorang atasan merasa penting. Pertumbuhanlah yang membuat seorang pemimpin menjadi berarti.
Blount menekankan bahwa manusia pada akhirnya mengikuti manusia yang mereka sukai, percayai, dan yakini, bukan semata-mata jabatan dalam struktur organisasi.
Karena itu, pengembangan sumber daya manusia tidak cukup dilakukan melalui instruksi dan evaluasi. Pemimpin perlu memberikan tantangan, kesempatan, umpan balik, serta ruang bagi orang lain untuk menemukan kapasitas terbaiknya.
Namun, ada ketakutan yang sering tidak dibicarakan: bagaimana jika orang yang kita kembangkan akhirnya menjadi lebih hebat daripada kita?
Bagaimana jika ia mendapatkan promosi, menempati posisi yang lebih tinggi, atau bahkan suatu hari duduk di kursi yang sekarang kita tempati?
Pemimpin yang merasa terancam mungkin melihatnya sebagai ancaman. Pemimpin yang berorientasi pada pengembangan manusia justru melihatnya sebagai keberhasilan.
Jim memahami hal itu. Ia tidak membutuhkan seluruh cahaya diarahkan kepadanya untuk membuktikan bahwa dirinya seorang pemimpin. Ia berani memberikan panggung kepada Andrea karena tugas pemimpin bukan memastikan dirinya selalu terlihat bersinar, melainkan membantu orang lain menemukan cahaya mereka sendiri.
Dampaknya sering kali baru terlihat bertahun-tahun kemudian.
Andrea kemudian tumbuh menjadi seorang pemimpin dan berada pada posisi untuk mengembangkan orang lain. Kepercayaan yang dahulu diberikan Jim kepadanya dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Di situlah makna warisan kepemimpinan berubah.
Prestasi seorang pemimpin bukan hanya berapa banyak keputusan yang pernah dibuat, seberapa besar organisasi yang dipimpin, atau berapa banyak orang yang berada di bawah kewenangannya.














